Bab 23. Lukisan Bassam

1060 Kata

Dandy menoleh ke Dinda dan menatapnya tajam. Tatapan yang membuat Dinda sedikit tersentak, dan hampir berpikir bahwa mungkin saja Dandy sudah tahu dan menjebaknya. “Aku nggak tau,” jawab Dandy, dia belum mau berkata yang sebenarnya. Dinda sedikit lega dengan jawaban Dandy. “Karena aku yang nggak mau tau, dan nggak mau mengenalnya," ujar Dandy lagi, mempertegas jawaban sebelumnya. Dinda menelan ludahnya kelu, semakin merasa bersalah. “Aku tau karena perempuan itu yang telah membuat mamamu menderita.” “Aku nggak pernah berkesimpulan seperti yang kamu katakan, karena aku nggak tau apa yang sebenarnya terjadi. Kadang mamaku berakting seolah tersakiti, dan papa yang harus menuruti kehendaknya. Kadang kupikir papa yang terlalu kejam, tapi dia tetap menunjukkan tanggung jawab dan kasih saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN