Rida memegang dadanya yang terasa sesak, pikirannya tentu saja tertuju ke Dinda, orang yang membuatnya pusing seumur hidupnya, atau mungkin selama-lamanya. Selama menikah dengan Fauzan, sosok itu yang terus menerus dikenang Fauzan, dan dia yang tidak bahagia. Melihat gelagat mamanya yang masam, Dandy diam tidak lanjut bicara, fokus menyetir. “Tidak ada orang-orang yang menyulitkan keluarga kita, dia hanya orang pengecut yang sama sekali bukan hal yang menakutkan,” ujar Rida pelan, lalu dia yang berusaha menenangkan diri. Dandy diam tidak menanggapi, tidak ingin pikiran mamanya terganggu, apalagi mamanya yang sedang kurang sehat sekarang. “Mama sebaiknya aktif berolah raga,” ujar Dandy tiba-tiba. Mengingat mamanya dan Dinda yang seumuran, tapi Dinda jauh lebih fit dan kencang, serta g

