Dinda menghampiri kamar Bassam dan memeriksa, dan dia lega melihat Bassam yang sudah tidur memeluk guling. Dengan langkah gontai, Dinda menaiki tangga menuju kamarnya. Dia merasa sangat lelah hari ini, jam mengajar yang penuh, tugas-tugas dosen yang menumpuk, dan diakhiri dengan laporan penelitian, lalu tiba di rumah di malam hari. Untungnya, semua dia selesaikan dengan baik. Selesai ritual malam sebelum tidur, Dinda bersiap-siap tidur. Entah kenapa dia tergerak pula ingin menyingkap jendela kamar, memeriksa keadaan luar rumah. Terkejut, ternyata mobil Dandy masih terparkir di pekarangan rumah, artinya Dandy belum pulang. Dinda jadi merasa bersalah telah memarahi anak itu, apalagi dia yang baru saja mengalami kehilangan. Dinda ragu bergerak, berpikir mungkin Dandy yang sudah pulang ke rum

