Dinda jadi merasa sangat tenang saat berangkat menuju Bangkok, ditemani Safiq dan Tracy, dua anggota timnya. Dia sudah melihat pesan gambar dari Dandy yang sedang berada di dalam kamar Bassam dan bermain gim bersama. Tampaknya Dandy mulai serius mengerjakan skripsinya, terlihat ada laptopnya di atas meja belajar Bassam, dengan layar yang menunjukkan sebuah tulisan. Dinda berharap Dandy bisa menyusul Edith menyelesaikan laporan akhir kuliah mereka. “Bu Dinda, masa tiba-tiba tim proposal tim Andra diterima,” ujar Safiq saat berada di dalam pesawat. “Oh ya?” “Iya, Bu. Duh, nggak di dunia kerja, dunia pemerintahan, di dunia akademik saja juga ada praktik-praktik nepo. Mentang-mentang papanya Marischa itu donator besar kampus, jadi proposalnya diterima, dua penelitian lagi,” omel Safiq. “Sa

