Dandy mendengus kecil, sedikit senyuman di ujung bibir. “Ya, itu karena aku, Edith dan Dinda dekat. Aku bersama Edith beberapa kali datang ke rumahnya, aku mengeluhkan skripsiku yang sempat mandek karena dosen pembimbing yang susah sekali dihubungi. Kita dekat dan aku menganggapnya teman. Dia ... bersedia membantu, menghubungi koleganya dan … aku akhirnya dibimbing seorang dosen yang sesuai dengan apa yang aku harapkan, Inka namanya.” “Oh, jadi Inka dosbing kamu?” ujar Frida bertanya, dan dia pun mengerti kenapa Dandy yang memanggil Dinda dengan nama kecilnya. “Tante kenal Inka?” Dandy balik bertanya. “Ya, dulu dia magang di kantor papamu.” “Bukan magang, dia mengambil data perusahaan untuk dijadikan bahan analisa penelitian.” “Ya, seperti itulah, Tante juga kurang paham soal begitua

