Menghela napas sejenak, Frida menjawab. “Tidak ada kata putus di antara mereka, dan mereka yang tetap berpacaran, meski komunikasi tidak seindah sebelumnya.” Ada sesal di wajah Frida, dan dia tetap melanjutkan. “Keadaan kembali seperti biasa, Dinda tetap berteman baik dengan mamamu meskipun tidak ada kata maaf dari mamamu. Mamamu tahu hubungan Dinda dan papamu tidak semesra sebelumnya, dan dia yang seolah merayakannya, dia sering mengajak Dinda makan-makan, aku juga diajaknya. Karena sikap mamamu yang sangat baik, Dinda pun kembali dekat dengannya, dan papamu jadi senang melihat keakraban Dinda dan mamamu, lalu keadaan seolah kembali seperti semula. Saking dekatnya, Dinda menceritakan rencana indahnya dengan papamu yang berencana akan menikah setelah kuliah. Tapi rencana ini terhalang kare

