Dinda tersenyum hangat mendengar cerita Bassam tentang kebersamaannya bersama Dandy dua hari yang lalu. Ternyata si tengil itu membantu Bassam mengerjakan tugas sekolah. Bassam mengaku penjelasan Dandy lebih bisa dia tangkap daripada penjelasan Mita, dan Dandy yang jago matematika dan sains. Dia tidak menyangka Dandy bisa sangat dekat dengan Bassam, dan anaknya yang merasa nyaman. “Tapi kak Dandy nggak balas pesan-pesanku, Ma. Aku kirim pesan ke dia beberapa kali tapi nggak dibalas.” “Kak Dandy itu sibuk juga.” “Sibuk kayak Mama?” “Iya, sibuk kerja juga.” “Emang kak Dandy kerja apa?” “Di kantor.” “Oh.” Bassam manggut-manggut. “Emang kamu kirim pesan apa ke kak Dandy?” “Cuma tanya kapan lagi ke sini dan nginap.” “Oh.” “Trus, kalo nginap jangan langsung pergi gitu aja. Aku, ‘kan

