Dinda masih dengan wajah kagetnya. “Kok bisa-bisanya.” “Ya, begitulah. Kejadiannya sudah lama, ah … aku nggak mengabarimu dan baru ingat sekarang. Hm, dia juga punya anak laki-laki yang seumuran Bassam, Sammy namanya.” Dinda mengerti karena dia yang memang tidak mau tau apapun tentang Bira yang terlibat fitnah terhadap dirinya. “Dia sadar sekarang bahwa semua yang terjadi akibat dari ulahnya di masa lalu. Dia yang telah mengganggumu dulu, lalu pernah bermain-main dengan perempuan-perempuan muda, dan dia yang telah merebut istri sahabatnya.” Dinda menelan ludahnya kelu, dia sebenarnya sudah melupakan perbuatan orang-orang yang telah mengecewakannya, dan juga tidak peduli. Tapi dia tetap tidak menyangka apa yang dialami Bira. “Dan … dia menanyakanku?” “Ya, apalagi aku menyinggung tentan

