Dandy meletakkan ponselnya di atas meja kecil di sampingnya, beralih ke Dinda dan menatap tajam sekujur tubuh si janda itu yang hanya dibalut handuk putih bersih, dan rambutnya yang masih basah. Dandy tersenyum manis, memasang kode agar Dinda mendekatinya. Dinda berjalan melenggak lenggok menggoda mendekati Dandy, duduk mengangkang di atas pangkuan Dandy. “Oh,” desah Dandy dan dia yang seketika b*******h, mendekap pinggang Dinda dan menyambut lumatan bibir Dinda. “Kamu tanya kenapa aku di sini, hm?” tanya Dandy dengan tatapan sayunya, setelah puas melumat bibir Dinda. Dinda membalasnya dengan senyum manis di wajahnya, lalu tertawa kecil. “Tentu saja aku ke sini untuk menghabiskan waktu bersamamu,” jawab Dandy, tatapannya berpindah ke d**a mulus Dinda, dan meraba-raba dengan telunjukn

