Dinda mengambilkan sepiring spageti untuk Bassam. “Trus kamu bilang apa?” tanyanya. “Aku bilang papa yang pernah nginep di sini, tapi nggak di kamar Mama kayak Kak Dandy.” “Hush.” Bassam senyum-senyum melihat wajah mamanya yang bersemu. “Mama sama kak Dandy pacaran, ‘kan?” Dinda mengangguk pelan. Bagaimanapun, Bassam cukup umur untuk tahu tentangnya. “Kok kak Dandy masih tanya-tanya ya. Kayaknya cemburu tuh," ujar Bassam dengan wajah usilnya. “Siapa yang cemburu?” Bassam terkejut, suara Dandy terdengar jelas di belakang, dan ternyata Dandy yang berdiri di belakangnya, mendekap kedua bahunya. Dia menoleh dan tertawa-tawa. Dandy duduk di sebelah Bassam, mengambil piring dan mulai mengambil spageti dari mangkuk besar. Dia tersenyum ke arah Dinda sambil mengedipkan mata genitnya. Ma

