Perhatian Dandy memang tertuju ke layar komputer besarnya, tapi pikirannya tertuju ke Dinda. Apalagi dia baru saja menerima balasan dari Inka bahwa dia sudah memiliki jadwal ujian beberapa hari mendatang. Bibirnya mengerut serius mengingat Dinda yang sudah menyatakan keinginan untuk menikah. “Masuk!” seru Dandy saat pintu ruang kerjanya diketuk dari luar. Dandy terkejut, ternyata Frida. “Ah, aku pikir Meli yang datang,” ujarnya setengah berseru, dan Meli adalah sekretarisnya. “Haha, Dandy. Nggak apa-apa. Tante maklum kamu yang sangat sibuk.” Frida duduk di sofa, lalu Dandy menyusulnya. “Dari mana, Tante?” “Tante dari rumah. Hari ini Tante off kerja.” “Ah, aku jadi mengganggu waktu libur.” “Nggak apa-apa.” Frida tersenyum hangat mengamati Dandy, yang semakin dewasa dan gagah. “Tan

