Dandy mengangguk enggan dan berdecak kesal. “Nggak usah cerita kalo membuatmu kesal, Dan,” ujar Dinda, tidak ingin memaksa Dandy bercerita tentang pertemuannya dengan Edith. Dia tahu Dandy telah melewati momen sulit dan pikirannya yang suntuk karena beberapa hal, Edith, skripsi dan pekerjaannya. Dandy mengecup lembut dahi Dinda, dan memeluknya erat-erat. “Aku dihubungi pemilik apartemen, mengadukan kelakuan Edith, mereka resah dan tidak ingin apartemen mereka diblacklist agen. Aku diperlihatkan bukti-bukti kenakalannya dalam dua minggu terakhir.” “Bukti-bukti apa?” Dinda mendadak serius. “Dia menginsumsi obat-obatan terlarang.” “Dandy?” “Aku langsung memutuskan kontrak sewa, lalu datang ke apartemennya tanpa dia tahu, berantakan sekali, dan aku melihat ada banyak jenis drugs di san

