Ah, Bassam. Dinda sedikit menyesalkan Bassam yang gampang terbuka, dan terkadang berlebihan. Terutama kepada njid dan jiddahnya, Saoda dan Haidar. “Ya,” jawab Dinda, dan dia tidak mau berbohong. “Masih pendekatan,” ujarnya lagi, sedikit berbohong. “Duda?” tanya Saoda. Dinda menggeleng. “Syukurlah. Bukan duda lebih baik. Duda membawa banyak masalah," ujar Saoda lega. Dinda tertawa kecil, tapi dia menyukai dukungan mertuanya. “Masih muda, Umi,” akunya malu-malu. “Itu lebih baik lagi, kamu berkesempatan bisa membimbingnya menjadi sosok yang kamu inginkan,” tanggap Saoda. Dinda mengangguk, lega dengan tanggapan eks mertuanya. Padahal eks mertuanya itu dulunya dikenal sombong dan arogan. “Saran Umi, menikah saja, biar nggak jadi fitnah kalo dia ke rumah dan menginap.” “Tapi dia masih

