Bab 47. Bukan Fauzan

1177 Kata

Takut, khawatir, cemas bercampur aduk, dan perasaan Dinda menggigil seketika saat Dandy mendekap kedua bahunya seraya menatap tajam. “Dandy, pergi kataku,” desis Dinda, matanya menghangat dan berkaca-kaca. “Aku tau semuanya.” Dinda menatap Dandy tidak percaya. “Pergi. Aku kacau nanti. Aku mohon.” Dia tertunduk dalam-dalam, mengingat kepedihan yang dia rasakan di masa lalu. “Aku nggak mau terjadi lagi, aku nggak mau membuat kekecewaan.” “Aku tidak akan pergi.” Dinda menggeleng. “Dandy, jangan kecewakan mamamu, keluargamu … kamu kebanggaan mereka. Jauhi aku—” “Aku bukan Fauzan.” “Dandy,” desah Dinda lirih tak berdaya. “Aku bukan Fauzan, Dinda!” tegas Dandy. Dinda terisak, memukul lemah d**a Dandy. “Kamu nggak ngerti. Aku nggak mau mamamu kecewa. Pergilah.” “Kamu tau aku anak Fau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN