Bab 52

678 Kata

Beberapa minggu setelah pertarungan di gudang, Alena mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan yang sederhana namun lebih aman. Rumah sewaan mereka kini menjadi tempat yang terasa hidup, meski masih jauh dari kemewahan rumah lama. Setiap pagi, Alena membuka jendela untuk membiarkan sinar matahari masuk, merasakan udara segar yang menenangkan. Rutinitas yang dulu terasa membosankan kini membawa rasa damai yang tak pernah ia rasakan selama berada di rumah lama bersama Rendi. Rendi selalu hadir, tapi tidak menekan. Ia duduk di dapur saat Alena menyiapkan sarapan, membantu menata meja, dan sesekali mengajak berbicara ringan untuk memecah kesunyian. Hal-hal kecil seperti itu mulai membuat Alena merasa nyaman, meski hatinya masih waspada. Suatu pagi, ketika Alena sedang menata bunga di halaman,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN