Hujan deras masih mengguyur kota saat lift luar gedung perlahan turun ke ruang parkir bawah tanah. Pintu terbuka dengan suara berderak, dan Alena serta Rendi melangkah keluar. Jalan basah memantulkan cahaya lampu jalan yang remang. Suasana malam terasa berat, penuh ketegangan, tapi untuk pertama kalinya sejak gedung itu meledak, mereka masih hidup. Alena menatap Rendi, wajahnya basah oleh hujan dan peluh, namun matanya tetap waspada. “Oke… kita aman untuk beberapa menit. Ceritain sekarang, kenapa lo bilang… ini semua gara-gara gue?” Rendi menghela napas, menatap ke arah lift yang baru mereka tinggalkan. “Alena… lo gak sadar, tapi lo punya sesuatu yang mereka sebut… ‘Kunci’. Kunci itu bisa… membuka seluruh proyek rahasia Ghostline. Tanpa lo… mereka bisa gagal total.” Alena menatap Rendi

