Bab 47

718 Kata

Hujan deras mengguyur kota, membasahi jalanan gelap di bawah gedung yang hancur. Lampu jalan memantul di genangan air, menciptakan bayangan yang menari-nari. Alena dan Rendi, kini berdiri di atap gedung parkir tertinggi, menatap Ghostline yang mulai menutup jalur keluar mereka. Rendi menatap wajah Alena, hujan membuat rambutnya basah, tapi matanya tetap tajam. “Kita… kita harus kerja sama. Gak ada pilihan lain.” Alena menggenggam tangannya, jari mereka saling mengunci erat. “Lo percaya sama gue… dan gue percaya sama lo. Kita udah lalui semuanya bareng, dan kita nggak bakal nyerah sekarang.” Mereka saling menatap sebentar, napas berat, lalu memusatkan perhatian ke bayangan Ghostline di bawah. Bayangan hitam bergerak cepat, mencoba menutup semua jalan keluar. Sensor helm mereka berkilat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN