Hujan deras masih mengguyur kota, membasahi jalanan gelap yang penuh puing dan genangan air. Lampu jalan memantulkan siluet gedung yang terbakar sebagian. Alena dan Rendi berdiri di puncak gedung parkir tinggi, menatap Ghostline yang bergerak rapi di bawah, bersenjata lengkap dan disiplin militer. Rendi menatap wajah Alena, basah oleh hujan tapi tetap tegas. “Kita gak bisa terus mundur. Mereka bakal menutup semua jalur. Kita harus bertindak sekarang.” Alena menggenggam tangannya, jari-jari mereka saling mengunci. “Lo suami gue… dan gue nggak akan biarin sesuatu terjadi sama lo. Kita lawan… bersama.” Mereka turun dari atap dengan lompatan presisi ke gedung parkir sebelah, memanfaatkan posisi tinggi sebagai keuntungan. Dari ketinggian, mereka bisa mengamati seluruh formasi Ghostline di ja

