Ari melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, wajahnya berbinar karena Anaya mau ia antar pulang. Tetapi Anaya keheranan karena jalan yang d lalui bukan jalan menuju rumah om Roy "Kak...ini kan bukan jalan ke rumah Nay?" tanya Anaya. "Kakak lapar, kita makan dulu ya?" "Tapi kak..." "sebentar aja kok Nay." Anaya menghela nafas pasrah, dalam hatinya berkata, "ok ini yang pertama dan terakhir". Ari membelokkan mobilnya ke sebuah restoran mewah, ia memarkirkan di parkir valet dan mengajak Anaya turun. Anaya turun dengan malas dan mengikuti Ari masuk ke dalam restoran itu dan duduk di meja di tepi ruangan. Anaya duduk dihadapannya. "Kamu pesan apa Nay?" "Nggak usah kak, Nay nggak lapa.r" "Ayolah Nay temani kakak makan." "Nay minum aja ya kak." "Ya udah terserah kamu." Ari

