Apa yang bisa aku lupakan tentang kamu, jika wajahmu saja sudah tercetak diingatan. *** "Gue mau bunga itu, lo gak mau ngabilin emang?" Dyra loncat - loncat kecil, ia ingin menggapai bunga anggrek yang menempel di dinding, di bagian luar rumahnya Dewa. Saat ini keduanya masih di tempat acara pesta itu. "Jangan Dyra ...," Dewa meraih tangannya, "Kita ke sana yuk." Menunjuk ke arah di mana Om Langit yang sebentar lagi akan memotong kue. Dyra merenggut, "Tapi bunganya cantik banget, gue mau." Dewa melirik sekilas, dengan tangannya yang tetap menggenggam tangannya Dyra, "Cantikan kamu, ko," gumamnya pelan, namun tentu saja masih terdengar jelas oleh Dyra. Gadis itu menggigit bibirnya kuat, "Gombal." Merasa kalau gadisnya salah tingkah, Dewa mengacak gemas rambutnya. "Nanti aku belikan