Dewa berlari diikuti Fania menuju parkiran. Hampir saja gadis itu menaiki motornya Dewa. Ketika ada yang menelponnya. Kak Arsen is calling. Fania pun mengangkat terlebih dahulu, dan membiarkan Dewa pergi bersama motornya tersebut. Motor sport berwarna putih itu pun meninggalkan gedung Mutiara Bangsa dengan kecepatan lebih dari rata-rata. Hatinya sungguh tidak tenang. Dyra sama sekali tidak mengangkat telponnya. Bahkan saat ini sudah tidak aktif. Kamu di mana sih? Siang ini waktunya para anak sekolah pulang. Jadi tidak aneh kalau jalanan terlihat padat. Dewa mencoba menajamkan tatapannya agar bisa mendapatkan pergerakan gadis itu di sana. Tapi tentu saja di sana tidak ada, karena Dyra mungkin tidak ada di sana. Lagi pula, kerumunan itu bukanlah kerumunan anak Mutiara Bangsa. Tapi a