Sampai lo berubah, lo tetep temen gue. *** "Rasanya sakit banget, iyakan?" Naya mendekat ke arah Reindra, saat ini laki-laki itu sedang berada di taman sendirian. "Gue cuma mau bilang, lo masih punya banyak kesempatan buat rebut doi," Naya ikut duduk di sampingnya Reindra. "Mereka itu masih baru, alias belum kuat. Hubungannya masih rentan, kenapa lo enggak nyoba buat ambil langkah, gitu?" Reindra menoleh,"Langkah apa? Gue culik dia, gitu? Terus kaya disinetron-sinetron gitu?" Naya mengangkat kedua bahunya, "Kalau perlu, kenapa enggak?" Reindra menggeleng takjub, "Parah lo!" Naya merapikan rambutnya yang diterpa angin, "Gue sih, dukung aja. Kalau lo mau ngelakuin itu. Tapi secara kita punya keuntungan yang sama, iyakan? Gue dapet Kak Dewa, dan lo dapet si Dyra." Melirik sekilas, R