"Aku ada rapat di rumah sakit lain. Kamu jaga diri baik-baik." Tedy menepuk pelan pundaknya Dyra. "Jangan lupakan oleh-olehnya, Prof," ujar Dyra dengan cengiran menyebalkannya. Membuat Tedy mengacak gemas puncak kepalanya. "Kamu jangan capek-capek, saya gak mau kembali dari rumah sakit sana, harus direpotkan dengan kamu yang marah-marah kaya waktu itu." "Prof jangan khawatir, aku gak bakalan kaya gitu lagi." "Janji lho ya, kamu gak boleh marah-marah gak jelas dan bikin serumah sakit ini kabur." Dyra merengek. "Aku gak kaya gitu Prof!" Dan Tedy sekali lagi tergelak, tatapannya terlihat melembut. Membuat Dyra merasa agak aneh. "Ada apa Prof?" "Begini Dyra, saya sangat percaya pada Dewa, suami kamu. Kalau dia pasti bakal bisa jagain kamu." "Iya lah, Prof. Dewa pasti akan jagain aku.

