Retak

1129 Kata

Perlahan Dyra membuka keduanya matanya. Mendapati ruangan serba putih di sisi kanan dan kirinya. Hanya dentingan jam dinding yang menemani, menambah kesan perih, kala ia ingat bagaimana kondisi sang suami saat ini. Perlahan turun dari atas brankar. Ketika Tedy masuk dan menahannya. "Kamu mau ke mana?" "Aku mau lihat Dewa!" Tedy menghela napas pelan. "Kamu harus tetap di sini, kondisi kamu sedang tidak stabil." "Aku baik-baik saja, Prof. Aku harus lihat kondisinya." Dyra memaksa turun, namun kali ini Tedy menahannya dengan kuat. "Tolong ikuti saran saya sekali saja. Ini demi kebaikan kamu." Dyra terdiam beberapa saat. "Demi kebaikan saya? Memangnya kenapa?" Tedy terlihat gelagapan. "Semuanya baik-baik saja, Dyra. Kamu harus segera pulih, Jadi biarkan suamimu beristirahat dulu." "T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN