Masa kritis sudah lewat, Dewa sudah sadar. Dan kini laki-laki itu sedang makan bubur disuapi Dyra. "Yang masak kamu sayang?" Dewa mengusap pipinya Dyra, berakhir di sudut bibir manis itu. "Aku kangen cium kamu!" Dewa menarik istrinya itu, dan menciumnya dalam di sana. Membuat Dyra terkekeh malu, karena perawat yang akan masuk membatalkan niatnya. "Kamu iseng banget," rengek Dyra, ia memukul pelan tangannya Dewa. "Mas, makan dulu ya ..., buburnya. Biar cepet sembuh." Dewa terlihat merenggut. "Satu-satunya yang bikin aku sembuh, ya cuma kamu. Aku pengin kamu terus berada di samping aku." Dyra mengangguk samar. "Aku memang selalu berada di sini, Mas. Emangnya aku ada di mana lagi?" Dewa mencubit pelan hidung mancungnya Dyra. "Cantik ih." "Gombal mulu, makan yang banyak ya ..., biar c

