Dua tahun kemudian. "Maafkan Mamah." Anggia berkata ini untuk kesekian kalinya. Tapi Dewa tidak pernah menggubrisnya. Sejak Dyra pergi meninggalkan putranya itu, Dewa tidak pernah berbicara dengan Anggia atau pun Langit Ayahnya. Apalagi setelah Dewa tahu, bahwa Dyra meninggalkannya karena Anggia yang bilang, bahwa Dyra pembawa sial. Dewa mendengar itu dari Naya. Perempuan yang sudah ia anggap adiknya itu melapor karena tidak tahan melihat Dewa yang sudah seperti mayat hidup. Dewa tidak mau bicara pada siapa pun, Dewa yang sikapnya galak pada semua karyawan kantornya, membuat Naya gerah karena harus melihat mereka semua membicarakan Dewa di belakangnya. Belum lagi ada beberapa yang mengadu padanya. Bahwa Dewa seperti Malaikat pencabut nyawa. "Mamah, Om Dewa mayah sama Ata!" Rengek putr
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


