Tapi apa yang kita lihat, adalah hal pertama yang mempengaruhi otak kita untuk berasumsi. *** Sudah cukup Dewa menginterogasi Dyra dengan tatapan lekat seolah ia seorang polisi yang menerkam tawanannya. Dyra pikir, Dewa akan membebaskannya begitu saja. Namun dengan segudang aturan, Dewa menuliskannya di kertas HVS selembar. "Baca ini baik-baik, Nyonya Dewa!" Laki-laki itu meletakan kertas yang sudah ia frint dengan rapi. Yang isinya menjelaskan bahwa Dyra tidak boleh dekat dengan laki-laki mana pun kecuali, Ayahnya. Bahkan Chandra berada di daftar teratas, orang yang harus Dyra hindari. "Gini banget ikh," gumam Dyra pelan, menghadirkan lirikan cepat dari kedua mata gelap nan menawan itu. "Faham?" Dewa mengusap kepalanya lembut sekali. "Ini baru awalnya Nyonya Dewa! Karena setelah