Setelah menunggu semua orang tidur, aku pun langsung bangun dan berjalan perlahan-lahan keluar dari kamarku di tengah malam, aku tak ingin ada yang bangun dan melihat diriku. Langkah kakiku berjalan ke arah kamar suamiku, untung saja pintunya tidak terkunci sehingga aku bisa masuk dengan mudah. Aku melihat ke arah suamiku yang sedang tidur sambil memunggungiku, aku menghela nafas sejenak lalu berjalan ke arah lemarinya. Aku tahu dimana dia meletakkan barang yang aku cari. Mataku beberapa kali menatapnya untuk mengawasinya karena takut dia bangun dengan tiba-tiba. "Akhirnya aku dapat juga surat cerai Sekar dan Gavin," ucapku dengan nada sangat pelan sehingga hanya aku yang bisa mendengarnya. Namun kertas itu terjatuh dari tanganku ketika aku berbalik badan, suamiku sudah bangun dan aku