CHAPTER 54

1135 Kata

Karena Faisal sedang melakukan kemoterapi, Aksa memiliki banyak waktu luang, terlebih waktu kemo yang tidak sebentar. Risa dengan sabar menunggu di ruang tunggu bersama dengan Ronan. Aksa mengajak Raya untuk berjalan di sekitar rumah sakit. Tak jauh dari lokasi rumah sakit ternyata ada sebuah pusat perbelanjaan dan juga cafe untuk bersantai. “Kamu lapar nggak?” tanya Aksa. “Nggak terlalu sih, Mas. Kenapa?” “Kalau lapar, kita bisa ke sana,” balas Aksa sembari menunjuk sebuah cafe di depan sana. Raya memperhatikan cafe itu, cukup ramai. Ternyata meja dan kursi tak hanya diletakkan di dalam cafe, tetapi di luarnya juga terdapat meja dan kursi. Banyak pengunjung yang memilih untuk duduk di luar agar dapat melihat ramainya jalanan dan juga bisa menghirup udara yang segar. Mata Raya nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN