Setelah mendapatkan kabar dari bosnya itu, Rendi segera menyiapkan, keperluan Tian. Pria itu baru saja menelponnya. Itu semua dilakukan Tian, karena perasaan tidak tenang, yang ia rasakan sekarang. Karena sampai detik ini, Adelia tidak membalas pesannya ataupun mengangkat telepon darinya. "Dasar si, Bos. Nggak sabaran banget, mau bertemu sama Mbak Adelia. Ujung-ujungnya, aku juga yang repot. Menyiapkan semua keperluannya. Enak ya, jadi bos besar. Mau apa-apa, tinggal telepon. Nasib, jadi kacung. " ucap Rendi, yang dari tadi menggerutu. Setelah mendapatkan perintah Tian yang sangat tiba-tiba. Sore pun menjelang. Kini di kios, Adelia Desi dan mama Sarah sedang sibuk membereskan perlengkapan jualan mereka. "Alhamdulillah ya, Ma. ternyata ada juga yang membeli jualan kita. Walau belum untu

