Bab 107

1275 Kata

Galang pun melajukan motornya, dengan kecepatan tinggi. Sungguh, ia merasa khawatir jika seandainya Qayla marah, kepada dirinya. Itu semua, karena Galang belum menjawab panggilan telepon, serta membalas pesan dari wanita itu. Tak lama kemudian, Galang pun tiba di depan rumah Qayla. Setiba di sana, Galang segera memarkirkan motornya, di depan teras rumah wanita tersebut. Lalu, pria itu segera bergegas,menuju pintu rumah, dan mengetuknya, sambil mengucapkan salam. Tok! Tok! "Assalamu'alaikum, Qayla!" teriak Galang, sambil memanggil nama wanita itu. Tak lama kemudian, pintu tersebut terbuka. Menampilkan seorang wanita yang berdiri di sana. "Eh, Nak Galang. Ayo, masuk ke dalam," ajak Anisa kepada pria itu. Terima kasih, Tante," jawab Galang. Lalu masuk mengikuti langkah Anisa, dari belak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN