Saat ini, Tian merasa sangat bahagia. Dari tadi ia hanya tersenyum, karena kekasihnya kini sudah mau memaafkan dirinya. "Aku harap, semoga saja ini bukanlah kebahagiaan sesaat. Antara Aku dan Adelia. Dan mudah-mudahan, kami bisa bersatu selamanya," ucap Tian dalam hati, membayangkan ia bisa memiliki wanita itu lagi. Ketika Tian sedang asyik melamun. Tiba-tiba Ricky datang menghampirinya. Membuyarkan lamunannya, tentang sosok wanita pujaan hatinya. "Permisi, saya mau memeriksa cairan infusnya," ucap Ricky yang sebenarnya hanya berbasa-basi saja. "Silahkan," jawab Tian kepada pria yang wajahnya sudah tidak asing lagi. Karena ia pernah bertemu dengan pria itu di kios milik Mama Sarah. "Oh ya, seperti kemarin kita bertemu di kiosnya Tante Sarah. Kamu temannya Adelia bukan?" tanya Tian pen

