Dari tadi, Tian hanya terdiam di dalam mobil. Membuat perut Rendy jadi terasa lapar. Karena dari sejak pagi mereka sampai di Jambi. Mereka belum makanan siang, hingga sore hari. "Bos, bagaimana kalau sekarang kita makan dulu? Soalnya perut saya lapar banget, Bos. Kita kan, belum makan siang sejak tadi," ucap Rendy, yang sudah tidak tahan lagi, merasakan lapar di perutnya. "Bagaimana kalau kita makan di kios Adelia saja, Ren?" tanya Tian, membuat Rendi membelalakkan matanya. "Tapi, Bos. Kalau kita makan di sana, saya takutnya Mbak Adelia akan marah. Karena dia tidak suka melihat kedatangan kita," ucap Rendi, berusaha untuk mencegah keinginan Tian, yang masih juga ingin bertemu dengan Adelia sekarang. "Kita kesana untuk makan, Ren. Seperti pengunjung kios lainnya. Saya rasa, Adelia dan T

