Malam telah tiba. Saat ini di kamar hotel, dari tadi Tian berusaha memejamkan matanya. Namun, sampai detik ini dia masih merasa gelisah. Dari tadi pikirannya tidak tenang. Rasanya ia sudah tidak sabar lagi menanti hari esok. Karena ia akan bertemu dengan pujaan hatinya. Saat ini, sebenarnya Tian ingin sekali menelpon kekasihnya. Namun, dengan cepat ia mengurungkan niatnya. Karena dia tidak ingin mengganggu Adelia. "Kira-kira, Adelia lagi ngapain, ya? Semoga saja besok Adel mau memaafkan ku. Lalu kami bisa menjalin hubungan seperti dulu. Sungguh, aku tidak ingin kehilangan wanita itu lagi. Karena aku sangat mencintainya," ucap Tian dalam hati, yang sangat berharap, jika Adelia mau kembali bersamanya lagi. Karena pikirannya yang tidak tenang. Akhirnya Tian pun memutuskan untuk pergi ke ka

