Sejenak, Tian sempat terkejut mendengar perkataan dari Adelia. Namun, ia berusaha bersikap setenang mungkin. Supaya tidak memancing kemarahan dari wanita itu. "Sudah Abang duga, Del. Kamu akan berkata seperti itu. Walau rasanya sakit, tapi Abang akan tetap berjuang. Supaya kamu mau kembali bersama Abang," ucap Tian dengan penuh harap, kepada wanita yang berada di hadapannya. "Sebaiknya, Abang kembali saja dengan pacar baru Abang, yang seksi itu. Tidak usah pedulikan Adel lagi," jawab Adelia dengan nada sinis. Membuat Tian merasa kebingungan. "Sayang, bukannya sudah Abang jelaskan. Abang tidak punya hubungan apa-apa, dengan Cynthia. Kami dulu memang pernah pacaran. Tapi itu dulu, Del. Saat Abang masih kuliah dan setelah itu Abang tidak pernah lagi bertemu dengannya." "Jangan menyangkal

