Adelia pun merasa kesal, dengan keberadaan Tian di apartemennya. Akhirnya, Adelia memutuskan untuk pergi ke kamar, meninggalkan laki-laki itu. Tidak ada sepatah katapun, yang keluar dari mulut Adelia. Saat ini, hatinya benar-benar lelah. Sedangkan Tian, rencananya ia ingin mengejar Adelia ke kamar. Namun, ia urungkan niatnya itu, karena takut memancing amarah dari kekasihnya. Kini, jarum jam pun sudah menunjukkan jam delapan malam. Namun, Adelia masih betah berada di kamarnya. Dengan perlahan, Tian pun berjalan mendekat ke arah kamar wanita itu. Tok! Tok! "Yang, buka pintunya. Ini sudah malam. Apa kamu tidak mau makan malam?" ucap Tian, sambil mengetuk pintu kamar wanita itu. Adelia yang rencananya ingin memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Merasa terganggu de

