bc

Jodoh Di Tangan Ayah

book_age18+
66
IKUTI
1K
BACA
one-night stand
fated
friends to lovers
arranged marriage
heir/heiress
drama
sweet
like
intro-logo
Uraian

Niat hati ingin melabrak mantan kekasihnya yang akan menikahi sahabatnya sendiri, Maheswari Arshavina Marthadidjaya malah terbangun di atas ranjang bersama seorang pria yang tidak dia kenal.

*

Tubuhnya dan pria itu sama-sama telanjang bulat, hanya selimut putih yang membalut tubuh mereka.

*

Tiga tahun susah payah menjaga keperawanannya dari kekasih yang m***m dan tadi malam dia menyerahkannya begitu saja kepada pria yang tidak dikenal dalam keadaan mabuk.

*

Arshavina tidak bisa menuntut apapun lantaran dia masih ingat kalau dia pun menanggapi setiap sentuhan pria tampan bertubuh atletis itu.

*

Beberapa hari setelah one night stand dengan pria tidak dikenal, Arshavina dijodohkan oleh daddynya dengan seorang pria yang merupakan anak dari rekan bisnis beliau.Dan dia harus terkejut bukan main karena ternyata pria yang dijodohkan dengannya adalah pria yang pernah tidur dengannya tempo hari.

*

Namun ternyata Kama-pria yang dijodohkan dengan Arshavina itu memiliki karakter dingin dan menyukai kedamaian bertolak belakang dengan Arshavina yang pecicilan dan senang mencari keributan agar hidup penuh warna.

*Lalu bagaimanakah nasib pernikahan yang berlandaskan atas perjodohan tersebut?

chap-preview
Pratinjau gratis
Kesalahan Terbesar
Seorang gadis menenggak minuman beralkohol pada gelas ke lima. Minuman tersebut terasa panas mengalir melalui tenggorokannya sepanas hatinya saat ini. Dentuman musik yang dimainkan DJ terdengar kencang hingga memekakan telinga juga menggetarkan dadanya yang sedang bergejolak oleh amarah. Matanya dengan sering melirik ke arah meja VIP yang sengaja dibooking oleh pria bernama Liam-si anak pengusaha terkaya di Singapura. Malam ini Liam sedang mengadakan sebuah pesta lajang. Tiga tahun sudah Liam menjalin kasih dengan Arsha namun seminggu yang lalu bagai mendengar petir di siang bolong, Liam memutuskan Arsha secara sepihak. Pria itu mengatakan bila ia telah dijodohkan oleh sang Ayah dengan seorang anak pengusaha terkenal asal Surabaya yang juga merupakan sahabat Arsha ketika berkuliah di Singapura. Oke, Crazy Rich Singapura menikah dengan Crazy Rich Surabaya. Pesta pernikahan esok hari yang di gadang-gadang akan menjadi pesta pernikahan termegah tahun ini diselenggarakan di ballroom hotel paling ikonis di Singapura. Hati Arsha meradang ketika melihat Liam tampak bahagia dikelilingi teman-teman sesama pengusaha muda lainnya. Bisa-bisanya pria itu tidak merasakan sedih sedikitpun setelah kandasnya hubungan mereka begitu saja. Liam dan pria lainnya tertawa sambil minum-minum, menggoda wanita yang di sewa Liam untuk melupakan penatnya dunia tempat mereka berlomba mengais rezeki. Entah apa yang merasuki Arsha hingga memaksa untuk datang ke Singapura, menyiksa diri sendiri melihat kebahagiaan yang akan disongsong Liam. “b******k!” umpat Arsha, mencengkram gelas yang masih berisi minuman memabukan. “Ca, kita pulang aja yuk!” bujuk Rachelia Audryna, sahabat terbaik Arsha yang selalu setia meski seabsurd apapun tingkah gadis itu. “Sakit hati gue ... sakit banget, Rachel ...,” Arsha meracau, raut wajahnya tampak nelangsa. “Udahlah, Ca ... mungkin dia memang b******k, Tuhan lagi ngejauhin dia dari lo dan pasti udah menyiapkan yang terbaik buat lo ... .” Rachel berusaha menenangkan, sejujurnya ia pun merasakan sakit seperti yang sedang dirasakan Arsha saat ini. Sebagai sahabat Rachel tau percis bagaimana hubungan Arsha dengan Liam selama tiga tahun terakhir. “Kita balik ke kamar, yuk!” ajak Rachel namun Arsha menggelengkan kepala, menolak. “Lo duluan aja, gue di sini sebentar lagi.” “Tapi udah ya minumnya, jangan minum lagi nanti lo mabuk ... gue juga udah pening nih kepala mau langsung tidur.” Arsha mengangguk membalas ucapan Rachel, di usapnya kepala Arsha penuh prihatin kemudian turun dari kursi bar. Nightclub dan hotel tempat mereka menginap berada dalam satu gedung yang sama sehingga Rachel tidak khawatir akan terjadi sesuatu dengan Arsha. Hanya tinggal masuk ke dalam lift kemudian menekan tombol, maka Arsha akan langsung berada di lantai di mana kamar mereka berada. Sejujurnya Rachel ragu sewaktu Arsha membooking kamar di hotel tempat berlangsungnya pernikahan Liam dengan Lizzy. Terbayang dibenak Rachel bila Arsha akan memporak-porandakan pesta tersebut merubah pesta impian setiap gadis menjadi pesta terburuk yang pernah ada. Akan tetapi kini Arsha telah dewasa, umurnya sudah menginjak dua puluh lima tahun jadi sepertinya tidak mungkin Arsha masih berani berbuat nekat. Rachel melangkah gontai menuju lift yang merupakan pintu keluar nightclub tersebut, pandangannya sedikit kabur akibat terlalu banyak minum. Beginilah bila lahir dari keluarga yang mengharamkan minuman beralkohol, ketika hanya sedikit saja menikmati tequilla yang manis itu, tubuh Rachel menolaknya. Ia masih sadar ketika pintu lift terbuka, menampilkan sosok pria yang sangat dikenalinya. “Rachel!” panggil sang pria tampan bertubuh atletis yang tinggi menjulang membuat Rachel mendongak. “Bang Kama!!” Rachel memekik sambil membulatkan matanya. “Ngapain di sini?” tanya Kama, ekspresi wajahnya tampak tidak bersahabat. Bagaimana tidak, ia melihat sepupunya berada di nightclub terlebih nightclub tersebut berada di Negara lain bukan di Negaranya sendiri. “Bang Kama ngapain di sini?” tanya Rachel takut-takut. Sepupunya itu berdomisili di Vietnam, memegang salah satu perusahan sang Ayah di sana. Rachel tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Kama di Nightclub Singapura. “Ada undangan Bachelor Party dari klien Abang, kamu belum jawab pertanyaan Abang,” tuntut pria yang memakai kemeja hitam dengan tangan dilinting hingga sikut. “Anter temen yang patah hati, Bang ... mantannya lagi Bachelor Party di dalem ... tapi sekarang Rachel mau balik ke kamar kok, Bang ... jangan bilang Mama sama Papa ya, please!” Rachel menyatukan kedua tangannya di depan wajah, memohon agar Kama tidak mengadukannya kepada Mama Rahma terutama Papa Kenzi yang merupakan Kakak dari Ibu sang sepupu. Bila Papanya tau, ijin liburan keluar Negri tidak akan pernah ia dapatkan lagi. Kama mendecakan lidah, ekspresinya tampak kesal namun tak ayal ia pun mengangguk mengiyakan. Dalam Nightclub tersebut hanya satu orang yang mengadakan pesta bujang, tidak salah lagi bila mantan kekasih sahabatnya pasti adalah klien dari sepupunya. Abaikan saja lah, saat ini kepala Rachel sangat pening, ia harus segera masuk ke dalam kamar kemudian tidur hingga besok siang bila perlu. “Rachel ke kamar ya, Bang!” pamit Rachel sebelum Kama memarahinya. Bergegas Rachel masuk ke dalam lift kemudian menekan panel tombol di dinding lift. Sementara si putra pertama Rendra Gunadhya yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia, melangkah santai menuju meja yang ternyata sudah ada beberapa sahabatnya juga di sana. Tampaknya para pengusaha muda tengah berkumpul pada pesta bujang Liam saat ini. Kama menyapa beberapa yang ia kenal termasuk Liam lalu duduk di samping Boon-Mae—sahabatnya yang merupakan pengusaha muda dari Thailand. “Sepertinya di sini hanya kamu yang belum menikah,” ujar Juan-si pengusaha muda asal Philipina kepada Kama. Yang bersangkutan hanya tersenyum sebagai tanggapan, bagi Kama dengan kesibukannya yang tidak mengenal waktu tampaknya tidak mungkin untuk dirinya terlibat dalam mahligai pernikahan. Perusahaan di Vietnam sedang maju pesat dipimpin olehnya dan sang adik kembar bernama Kalila, sungguh bukan pilihan yang tepat bila ia harus berkeluarga di saat ambisi dan kesuksesannya sedang berjalan beriringan. Mengingat sang Bunda yang selalu kesepian ketika Ayahnya bekerja membuat Kama trauma untuk berumah tangga. Ia tidak mau membuat wanita yang dicintainya kesepian seperti yang Bundanya alami namun hal tersebut menjadikan Kama dingin pada setiap wanita dan enggan memiliki hubungan serius dengan wanita manapun. “Minum?” tawar Quan yang merupakan saingan bisnis Kama di Vietnam. Meski Quan adalah warga negara asli Vietnam dan perusahaan Ayahnya sudah lebih dulu berjaya di sana, akan tetapi Kama mampu menyaingi dengan sangat mudah karena didampingi kembarannya Kalila-si pelobi ulung. Seringai terbit di bibir Quan ketika Kama meraih gelas tersebut kemudian meminumnya hingga habis tidak bersisa. Boon-Mae kemudian memberikan satu gelas lagi disusul Liam yang kemudian memberikan gelas bordeaux. “Untuk pernikahanku,” ujar Liam kemudian mereka semua yang berada di meja itupun bersulang. Splash!!! Satu gelas Cabernet menyiram wajah Liam. “Kamu b******k, Liam! Sia-sia semua waktuku selama tiga tahun ini bersamamu, pergi kau ke neraka!” teriak Arsha yang telah berdiri di depan meja Liam. Setelah puas memaki, Arsha melempar gelas ke arah Liam namun dengan mudah pria itu menghindar. Semua mata para pengusaha muda yang duduk mengelilingi Liam membulat sempurna melihat drama yang disajikan wanita cantik nan mungil yang sedang berang. Kama membuka satu kancing kemejanya, sensasi panas mulai menjalar dari dalam tubuh. Matanya menatap Arsha dari atas hingga bawah, entah kenapa beberapa bagian tubuhnya yang menonjol dan padat di tempat seharusnya membuat Kama b*******h. Belum pernah ia merasakan hasrat sebesar ini ketika melihat seorang gadis meski Kama akui, gadis yang sedang emosi terhadap Liam itu sangat cantik seperti paras wanita asli Negaranya mengingatkan Kama pada sang Bunda. “Aku minta maaf, tapi aku sudah bilang kalau aku dijodohkan ... aku bisa apa?” Liam mengangkat bahu dan kedua tangannya tanda bila dirinya tidak memiliki pilihan. “Kamu bisa menolak dan menikah denganku!” Arsha mengumpat dalam hati setelah mengatakan kalimat itu, kenapa dirinya jadi seperti mengemis pada Liam? Pria itu terkekeh geli. “Tapi Ayah calon istriku lebih kaya dari Ayahmu dan aku harus melakukan ini agar perusahaan kami bisa bergabung dan menjadi hebat,” ujar Liam membuat Arsha menaikan lututnya ke atas meja hendak menerjang Liam namun beberapa pria menahan. “b******k emang si Liam,” umpat Kama di dalam hati, mengasihani gadis cantik yang menunjukan amarah yang besar namun terdapat banyak kekecewaan pada sorot matanya. Arsha kehabisan kata-kata, ia kemudian berbalik untuk pergi dari pada mempermalukan dirinya sendiri di depan Liam dan banyak pria tampan di sana. Ia akan menenggak banyak cairan beralkohol lagi untuk melupakan rasa sakitnya pada pria itu. Kejadian tadi sama sekali tidak membuat Liam menghentikan pesta, malah pria itu menyewa penari striptis untuk menari di atas pangkuannya. Kama yang sedari tadi diam merasakan hasratnya mulai memuncak melihat kemolekan dan liukan penari striptis minim busana, tenggorokannya pun terasa serat dan jantungnya berdebar menaikan tempo. Kama menduga jika baru saja ada sesuatu yang dimasukan pada minumannya, entah yang diberikan Quan, Boon-Mae atupun Liam. Ia harus segera pergi dari sana untuk menghilangkan perasaan laknat yang mulai mengambil alih tubuhnya. “Saya permisi sebentar,” pamit Kama padahal berniat kembali ke kamarnya. Sesuatu di bawah sana telah menegang membuat sempit celananya, ia bingung harus bagaimana melampiaskan hasrat yang sedang membelenggu. Masa iya dirinya harus membayar wanita untuk melampiaskan hasrat tersebut. Langkah panjangnya tertuju pada lift yang terbuka lebar, bergegas masuk ke dalamnya namun sebelum pintu tertutup seorang gadis berlari masuk sempoyongan hingga menabrak tubuhnya. “Kamu ... laki-laki ... dan semua laki-laki, b******k!” bisik Arsha sambil mendongak dengan mata setengah terpejam, ia mendesakan tubuhnya ke tubuh Kama yang bersandar di dinding. Kama yang jauh lebih tinggi memudahkannya melihat dua gundukan besar milik gadis itu. Mini dress model payung yang panjangnya hingga lutut dengan tali sphagety di bagian pundaknya membuat Arsha tampak seksi. Kama juga bisa merasakan halusnya kulit Arsha ketika tangannya menyentuh kulit gadis itu. Kama sampai menahan nafas seraya memejamkan mata untuk menahan ledakan hasrat saat Arsha yang sedang mabuk mendesakan terus tubuhnya kepada Kama. Beruntung di dalam lift hanya ada mereka berdua sehingga ia bisa mendorong Arsha menjauh tanpa mendapat tatapan aneh orang lain. Arsha bergeming, ia semakin menempelkan tubuhnya pada Kama saat pria itu mulai mendorongnya menjauh. Bahkan Arsha mengalungkan tangan di leher Kama kemudian berjinjit mengecup bibir Kama sambil memejamkan mata membuat Kama semakin kasar mendorong Arsha namun terhenti ketika Arsha menjauhkan wajahnya. “Kamu bilang kalau aku a good kisser,” gumam Arsha. “Kamu tidak akan pernah bisa melupakan bibirku, Liam ... .” Arsha menganggap pria yang sedang terdesak antaranya dirinya dan dinding lift adalah Liam, ia pun menyatukan bibirnya kembali dengan Kama. Kama menegang sesaat, merasakan bagaimana lembutnya bibir Arsha menyentuh bibirnya. Tidak lama kemudian kesadaran dapat ia raih kembali, kedua tangannya sontak mendorong Arsha namun gadis itu mengencangkan rantai tangannya di leher Kama. Lama-lama Kama kalah dengan hasratnya sendiri, ia menyambut belaian bibir Arsha yang tidak bisa ia pungkiri bila gadis itu memang a good kisser. Menarik kedua paha Arsha agar melingkar di pinggangnya hingga lift berdenting menandakan bila pintu akan segera terbuka. Setengah berlari Kama dengan mudahnya menggendong Arsha menuju kamar hotel yang telah disediakan keluarga Liam untuknya. Seakan dikejar waktu Kama masuk ke dalam kamar tapi masih sadar untuk memastikan pintu terkunci. Perlahan Kama merebahkan Arsha di atas tempat tidur, tidak ada cara lain untuk melepaskan belenggu hasrat itu selain menyalurkannya. Pikiran Kama terblokir, yang ia tau adalah saat ini juga ia harus menyalurkan hasratnya pada gadis yang tengah pasrah di atas ranjang. Mata indah gadis itu berkabut, tali di pundak Arsha pun telah turun dan roknya tersingkap memamerkan pahanya yang mulus. Nafas Kama tersengal, peluh semakin bercucuran dari pelipisnya. Pria itu memejamkan mata sekilas kemudian merunduk, mulai melumat bibir Arsha yang tidak pernah menolak ketika Kama mulai merajainya. Kama sadar jika yang ia lakukan saat ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.6K
bc

Kali kedua

read
220.7K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
83.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook