"Kamu tuh benar-benar masih polos ya padahal umurmu sudah dua puluh tahun," ucap Gala seolah tidak terjadi apa-apa. "Mau berenang nggak?" tawar Gala, sedangkan aku menjawab dengan gelengan kepala. Aku masih shock sama kejadian barusan. Sangat berbeda dengan Gala yang terlihat biasa saja. Aku pun memaksa turun, tapi Gala menahanku. "Mulai sekarang kamu harus terbiasa seperti ini. Saya mau kita jadi suami istri sesungguhnya. Saya nggak nuntut banyak. Saya hanya ingin kamu tidak melupakan kewajibanmu sebagai seorang istri," tutur Gala lembut sangat beda seperti biasanya. Aku diam tapi aku tetap mencerna kata-kata yang Gala ucapkan. Kebimbangan itu masih ada, apalagi sikap Gala yang semakin overprotektif. Ish beginikah rasanya menikah sama Om-om? "Aku mau mandi, Om ... gerah!" ucapku bern

