"Jadi selama ini Gala dijodohkan dengan Gracia sama mamanya?" gumamku dalam hati. Jujur aku shock sekali mendengarnya. Melihat Gracia datang membuat nafsu makan ku pun berkurang. Jika bisa aku ingin buru-buru pergi dari tempat ini. "Gala ... Cia, Mama sudah tua. Mama ingin melihat kalian menikah," ucap Mama mertuaku tanpa rasa bersalah sedikitpun. "Ma ...." Gala berusaha menegur mamanya, tapi mamanya seolah tak mempedulikan perasaanku. Selama makan, aku lebih banyak diam. Tentu saja aku merasa sakit hati dengan perkataan mamanya Gala. Selama makan pun, mamanya Gala tidak berhenti sindir-sindir terus seperti itu. Hingga beberapa lama aku terdiam, lama-lama aku merasa muak. Ku tatap Gala yang sejak tadi menunduk, entah menghindar atau memikirkan perkataan mamanya. Sedangkan, Mamanya Gal

