Bab 15

1403 Kata

Fajar baru saja merekah ketika aku membuka mata. Samar-samar, kudengar kicauan burung burung bersahutan dari luar pondokku. Namun yang pertama kusadari bukanlah suara burung di luar pondok, melainkan burung lain yang menempel di belakangku,. Burung hidup, keras dan memberi getaran listrik di sekujur tubuhku. Tangan Andi masih melingkar di pinggangku, dadanya yang bidang menempel di punggungku, napasnya yang teratur menggelitik tengkukku. Untuk beberapa saat aku hanya terdiam, menikmati momen ini. Rasanya seperti mimpi. Delapan tahun tidur sendiri dalam keadaan dingin, kini ada tubuh hangat yang selalu berada di dekatku. Memelukku. Aku menggeliat pelan, berusaha tidak membangunkannya. Tapi gerakan kecilku justru membuat lengannya mengerat. "Kamu mau ke mana?" suaranya serak, masih menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN