Dua hari berlalu dengan penuh beban dan rasa khawatir di pundak Dimas. Namun meski begitu, dia tak menunjukkan kegelisahan di hatinya ke luar. Pagi itu, langit Jakarta cerah tanpa setitik awan. Matahari bersinar hangat, seolah ikut merayakan hari bahagia yang dinanti-nanti oleh dua keluarga besar. Hotel bintang lima di kawasan Menteng berdiri megah, dengan ornamen bunga-bunga putih dan hiasan kain sutra terpasang di sepanjang lorong menuju ballroom utama. Mobil mewah Dimas berhenti tepat di lobi hotel. Beberapa petugas valet segera menyambut, membukakan pintu dengan sigap. Dimas keluar dengan setelan jas berwarna navy blue, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi sutra berwarna senada. Rambutnya disisir rapi ke belakang, wajahnya tampan dan tegas. Dibelakangnya pak Gatot, Bu Mutia

