Tira: bab 31

1657 Kata

"Ada yang nyariin Mbak di depan," ujar Shalsa, salah satu sepupuku. Rumahku tengah ramai saat ini, ada kerabat terdekat yang menginap dan hanya sekedar datang membantu saja untuk persiapan acara lamaranku besok. "Siapa, Sa?" Shalsa menyengir. "Lupa nanya siapa namanya barusan. Cowok sih, ganteng." "Mas Dewa?" "Bukan! Aku kan udah pernah sekali ketemu Mas Dewa, jadi masih inget gimana wajahnya." Shalsa ini baru saja lulus kuliah. Usianya 22 tahun, tapi belum mendapatkan pekerjaan, padahal dia sudah melamar kerja sejak lulus sidan skripsi. Beda denganku dulu. Sebenarnya ada lowongan di bagian finance beberapa bulan lalu, akan tetapi Shalsa menolak. Dia tak mau berada satu kantor denganku. "Nggak enak, Mbak. Nanti dibilang karena ada bantuan orang dalam makanya bisa masuk." Aku meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN