Dewa: bab 30

1571 Kata

"Kalian benar-benar nggak punya malu," ujarku sinis pada kakaknya Zeya. "Setelah dulu menolak saya untuk menikahi Zeya, sekarang kalian memohon kepada saya untuk kesembuhan dia? Memalukan." "Maafkan kesalahan keluarga kami dulu, Wa. Kami nggak tahu harus gimana lagi, sedih rasanya ngeliat Zeya begitu." "Saya mau menikah." "Saya tahu. Tapi— " "Nggak ada tapi-tapian," potongku cepat. "Bisa-bisanya anda secara nggak langsung menekan calon istri saya. Anda pikir, itu akan berhasil? Saya akan iya-iya aja? Nggak akan! Secinta apa pun sama sama calon istri saya, nggak semua yang keluar dari mulut dia akan saya ikutin. Apa lagi hal semacam ini.” Itu benar, secinta apa pun diriku kepada Tira, tentunya aku tidak akan mengikuti permintaannya semisal ada yang bermuatan negatif—berpotensi mengacauk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN