Mas Dewa mewujudkan impianku untuk mengadakan resepsi pernikahan garden party. Awalnya, Mas Dewa menawarkanku pilihan untuk diadakan di daerah Lombok, Bali atau Sumba. Namun, aku memilih di daerah Bogor saja. Di daerah Ciawi lebih tepatnya. Walau aku tahu Mas Dewa punya banyak uang, akan tetapi aku tak ingin dia mengeluarkan dana yang begitu besar apabila diadakan di salah satu antara ketiga daerah itu. Selain itu, pilihanku di Bogor karena udaranya di daerah sana yang tidak begitu panas. Mas Dewa mencium keningku lama sekali setelah aku mencium punggung tangannya usai akad—dia yang berjabat tangan dengan papaku. "Mari bersiap menjalankan ibadah terlama dalam hidup kita," ujar Mas Dewa yang perlahan menjauhkan wajahnya dariku. Namun, dia masih menatap lurus padaku. Aku mengangguk. "Moh