"Maksud kamu apa Flo?," tanya Dinda dengan suara bergetar menahan tangis "Aku belum sepenuhnya menerima kamu sebagai mama sambung ku, mama ku tetap satu, mama Rasti, dan sampai kapanpun mama Rasti tetap mamaku." Ujar Flora dengan menekan beberapa kata yang membuat Dinda seketika menekan dadanya yang terasa sakit karena merasa dipermainkan oleh Flora "Terus maksud perdamaian tadi apa Flo?, apa itu hanya sebuah akting di depan papamu, bukankah tadi kamu sudah menganggap ku sebagai mamamu?," tanya Dinda yang sudah tidak tahan lagi untuk tidak menjatuhkan air matanya "Aku tidak akting, memang benar aku sudah menganggap kamu sebagai mamaku, hanya saja kamu tidak bisa menggeser posisi mamaku sebenarnya, makanya aku tidak ingin memanggilmu dengan panggilan yang sama dengan mama Rasti karena ka

