"Papah!!!" Ucap Flora lirih membuat Dinda dan Bram dengan segera menyudahi ciuman panasnya. Dinda kaget saat melihat Flora tengah menatapnya dan juga Bram secara bergantian dengan wajah yang sudah basah akibat menangis, dapat Dinda lihat jika Flora bukan baru saja menangis, melainkan sejak tadi, hanya saja Dinda tidak tahu Flora menangis karena melihat aksinya atau karena masalah lain dan Baru Sampai di rumah. "Flora, sejak kapan kamu disana Sayang?, tumben pulang?," tanya Bram dengan hati yang mulai tidak tenang, apalagi Dinda, Dinda lebih merasa tidak tenang takut Flora akan semakin membencinya karena mengira menggoda papa nya demi bisa mendapatkan Bram. Flora tidak menjawab deretan pertanyaan yang dilontarkan oleh Bram. Flora berlari ke arah Dinda dan dengan segera Dinda menutup matany

