"Apa ide yang kamu maksud tadi di telepon?," Tanya Rayan setelah masuk ke ruang pribadinya bersama Bram. "Apa Bintang tau kalo kamu adalah pemilik kampus tempat dia kuliah?," tanya Bram. Rayan menjawab dengan gelengan pelan sambil membelakangi Bram. "Sepertinya ide kali ini akan melibatkan urusan kampus. Yah, aku tau itu salah dan sangat egois, demi kepentingan pribadi , harus membawa-bawa nama kampus." Ujar Bram yang membuat Rayan seketika menoleh dengan tatapan membingungkan. "Katakan terus terang saja, apa idenya?!," ucap Rayan yang sudah tidak bisa menahan untuk lebih sabar lagi. "Aku tau, kamu khawatir dengan Bintang , begitupun dengan aku. Kamu tidak bisa mengikat Bintang seperti layaknya seorang istri untuk melindungi nya, selain kamu terhalang oleh sebuah ikatan yang tak pasti

