Dinda dan Bintang saling pandang dengan keringat yang sama-sama sudah membasahi dahi sampai ke pelipis nya. Bintang dan Dinda tak langsung membuka pintu mobilnya meski orang yang berpakaian baju serba hitam itu terus menggedor ya meminta untuk dibuka. "Bin, gue takut, gue trauma." Ucap Dinda sambil terus melihat ke arah samping tempat pintu yang terus di ketuk. "Apa gue aja yang keluar, gue sih nggak berani-berani amat, tapi kalau tidak ada yang keluar, gue yakin mereka tidak takut untuk membakar mobil ini sekaligus." Ujar Bintang yang tak kalah paniknya dari Dinda. Dinda mencoba untuk menghubungi Bram dengan cara sembunyi, tapi sayang, panggilan nya tidak masuk, hanya operator yang menjawab panggilan Dinda, Dinda semakin panik. Kini beralih Bintang yang menghubungi Rayan, sama, hanya op

