Rayan langsung menghubungi Bram dan Bara,orang kebanggaannya. Bram meminta kedua pria yang baru saja dihubungi itu, untuk datang ke markasnya sebelum mencari Bintang dan juga Dinda. Sedangkan Bintang, Bintang baru saja sadar pingsannya dan ternyata tangan dan kakinya sudah diikat dengan tali yang sangat besar, hingga tidak mudah untuk dilepaskan. Bintang mencoba untuk menarik baju Dinda agar bisa membangunkan sahabatnya tanpa harus berteriak. "Ssst, dimana ini?," tanya Dinda saat baru membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya ternyata tempat yang tidak Dinda kenal. "Sut, pelan kan suaramu, nanti penjahat itu tau kalo kita sudah sadar," ucap Bintang dengan nada berbisik Dinda hanya mengangguk dengan keringat yang mulai membasahi dahinya karena takut. "Bin, ponsel gue nggak ada, pon

