Agra pulang ke rumah dengan wajah cerah, dengan membawa satu kantong plastik berisi martabak di tangan. “Hanina. Aku pulang,” ucap Agra saat masuk ke dalam rumah. Namun, tak ada sahutan dari istrinya itu. “Han. Hanina,” panggil Agra di depan tangga seraya mendongak berpikir mungkin Hanina di lantai 2. Tak juga ada jawaban, Agra menaiki tangga, mencari keberadaan Hanina tapi tak menemukannya. Ia kembali ke lantai bawah dan tak ada tanda-tanda keberadaan Hanina membuatnya cemas. “Apa dia keluar? Kenapa tidak memberitahuku?” gumam Agra kemudian mengambil ponsel untuk menghubungi Hanina. Di tempat Hanina, ia tengah menyuapi Yogi. Bukan karena keinginannya sendiri, tapi Yogi mengatakan tangannya sakit. “Bisakah kau berhenti menatapku seperti itu?” ucap Hanina sebab Yogi terus menatapn

